Laman

3.09.2011

cara menenangkan diri abis UJIAN/TO ala fira (8 maret 2011)

yak, ini adalah cara yang gue lakuin abis TO mtk. sumpah puyeng abis! tapi gue punya cara sendiri buat ngehilangin ke puyengan gue.


1. CEPET CEPET PULANG KE RUMAH!


sumpah, abis UJIAN yang bikin otak keseleo jangan coba-coba nongkrong gaje deh. abis UJIAN kan otak kita kekures abis (apa lagi pas ujian matpel yang paling kita gak bisa, sebagian besar dijamin NYONTEK). pasti ada deh yang ngerasa pusing. makannya kita cepet-cepet pulang ke rumah, rebaan kek, angkat kaki ke meja, dan lain-lain.


2. (kalo ada) MANDI UJAN


bagi gue, otak yang panas gara-gara abis ngerjain soal bakal fresh kembali setelah kita mandi ujan. itu berhasil di gue, yahh walau mandi ujan kecil, gak terlalu deres ujannya. mantap.


3. MANDI PAKE AIR HANGAT


kalo ujan, kan biasanya dingin tuh cuacanya. dan karena gue tipe anak yang penurut... "Fira, kalo abis ujan-ujanan, kamu mandi," itu nasihat nyokap gue tercinta. dan abis itu gue terpikir buat mandi air anget. oh yeah~ menyenangkan kawan. abis gue rebus airnya, gue tuang ke baskom yg gede, terus air panas gue campur pake air keran yang dingin. dan wala~ jadilah air hangat. air hangat berguna banget buat ngilangin stress. apalagi di guyur ke kepala...widih...wenak tenan.


4. TIDUR


sehabis mandi, badan lo basah, rambut lo basah, badan lo fresh! benar-benar FRESH!! apalagi mandi air anget, pasti jadi ngantuk. so...untuk menyempurnakannya gue pilih untuk tidur. tapi, kebiasaan gue sebelum tidur adalah baca fanfic (hehe) yah semacam cerita penghantar itu bagi gue. tidur lama 4-5 jam pasti sangat menyenangkan~ *huam*


5. MAKAN


abis bangun dari tidur (apalagi kalo lo mimpi indah) enaknya itu makan, hm...apalagi waktu itu gue lupa makan siang. gak pake ba-bi-bu lagi (kecuali mampir ke kamar mandi buat pipis) gue langsung turun dan menuju dapur. LETS EAT!!.


6. MAKAN ES KRIM (kalo ada)


kebetulan waktu itu di kulkas masih ada venetta tinggal 1/4 yah gak ada yang makan, mending gue sikat. tapi gue punya hati juga, gak gue sikat semua, gue ambil 2 potong. hehe. oiya venettanya rasa favorit gue ^^ chocolate crunch ato apalah pokoknya ada kata "crunch" gitu.


oke...itu adalah cara gue menenangkan diri abis UJIAN/TO. bagaimana dengan kalian? atau....jangan jangan malah sama lagi? WAW kita jodoh *plakplakplak*

YANG SEBENARNYA (fanfic)

well, um....ini fanfic gue. fanfic itu cerita yang kita buat tetapi nama nama tokohnya di ambil dari cerita yang udah dibuat (misal :naruto (anime), harry potter (book), dll). nah ini adalah fanfic kedua gue setelah "BRACELET MEMORIES" (dari cardcaptor sakura), yaitu yang tertera di atas *nunjuk nunjuk* dari NARUTO (IYA GUA FANS BERAT NARUTO APA LAGI NARUHINA HUOOOHOOO) -_- okok, ini fanfic yang pertama gue yang gue publish di blog, hehe....ok~ ini dia~


Hari sabtu sore. Waktu yang sangat ditunggu-tunggu para remaja. Ya malam minggu, apalagi yang sudah mempunyai pacar. Malam minggu adalah waktu yang tepat untuk mengajak pacarmu kencan, dan juga waktu yang sangat romantis untuk ‘menembak’ sang pujaan hati. Tapi tidak untuk pemuda berambut pirang jabrik.
            “Ayolah Sakura angkat teleponnya,” kata pemuda itu harap-harap cemas sambil mondar mandir.
            ‘TUT….TUT…nomor yang anda tuju sedang sibuk cobalah untuk beberapa saat lagi’
            “ARGHH! Sial!” pemuda itu membanting HP-nya saking emosinya, kemudian dia mengacak-acak rambutnya. Sungguh, hal ini sangat membuat pemuda bermata biru laut itu galau.
            “Naruto? Kau tidak apa-apa, nak?” Tanya ibu sang pemuda itu dari depan pintu kamar sambil memegang gagang telepon rumahnya.
            “Mmm…tidak apa-apa kok ma,” jawab Naruto berusaha untuk memperlihatkan bahwa dia benar-benar tidak apa-apa.
            “Oh ya sudah. Ini ada telepon untukmu, dari Hinata-chan. Uhh mama kangen sama dia,” kata Kushina –nama mama Naruto- dengan khasnya yang hiperbola (??)
            “Ohehehe, gak gitu juga ma. Kan kemaren Hinata kesini ngerjain PR bareng Naru,” ucap Naruto yang agak sweatdrope karena tingkah mamanya itu.
            “Ya sudah ya sudah, tuh cepet kamu angkat telepon dari Hinata. Udah nungguin lama tuh. Dadah Naru~ mama masak makan malam dulu,” pamit mama Naruto dengan khasnya (sekali lagi) hiperbola oke lebih baik lebay.
            BLAM!
            Dengan segera Naruto mendekatkan gagang teleponnya ke telinganya untuk menerima telepon dari Hinata.
            “Moshi-moshi,” katanya.
            “Eh Naruto,” jawab Hinata dari sebrang telepon.
            “Ya, kenapa Hin?” Tanya Naruto.
            “Lo tadi kemana pas pelajaran Asuma-sensei?”
            “Ng…gue…sakit. Iya tadi gue pusing mendadak. Hehe,” kata Naruto beralasan.
            “Ah alibi lo jelek. Lo sengaja bolos kan? Hm…Sakura ya?” selidik Hinata. Dan yup! Tepat sasaran!
            ‘Waduh! Si Hinata jadi mind-reader gini sih. Jawab apa gue??” cemas Naruto dalam hati.
            “Iya kan gara-gara Sakura??” kata Hinata yang berhasil memojoki Naruto.
            “Huhhh yayaya lo bener Hyuga-sama,” kata Naruto pasrah.
            “Ya ampun Naruto, kenapa lagi? baru aja baikan. Gak ada 2 minggu kali,”
            “Ya gitu deh, Hin. Galau nih gue Hin,”
            “Cerita lah sama gue,”
            “Hm…Senin aja ya, gue mau bantuin mama gue masak,” kata Naruto berasalan. Padahal dia takut dimarahi mamanya gara-gara nelepon kelamaan.
            “Oh punya mama? Hahahah,”
            “Parah lu,”
            “Sorry…canda nar hehehe,”
            “Dasar primadona primadona gila wkwk, udah ah. Bye,”
            “Ok. Bye kumis kucing,”

            TUT TUT TUT
            “Huh dasar si Hinata,” guman Naruto.
            Dia memutar bola matanya, kembali menatap HPnya yang tadi ia banting ke tempat tidur. “Sakura…” lirihnya galau.
           
            Hari Senin di Konoha Junior High School (Naruto dkk kelas 3 SMP) *wah sama kayak hana 8D* *gaploked*
            Back to story~
            Naruto berjalan di koridor kelas dengan tampang lesu akibat nonton bola waktu dini hari, dan tentu saja dia masih kepikiran dengan Sakura pacar tercintanya yang tiba-tiba ngambek tanpa alasan.
            “Sakura, lo masih marah sama Naruto?”
            JLEB! Naruto kaget bahwa Sakura ada didepan kelasnya. Ia sedang berbicara dengan teman-temannya dengan muka kusut. Maklum lah ngambek.
            “Iya nih, kesel banget gue sama Naruto,” kata Sakura. Naruto menguping dari kejauhan. Menunggu waktu yang tepat untuk menghampiri Sakura.
            “Ya, terus lo mau gimana?” kata salah satu teman Sakura yang mempunyai rambut pirang pucat.
            “Gak tau gue , Ino,” muka Sakura semakin kusut, terlihat sedih.”Lo ada usul gak?” Tanya Sakura kepada Ino, temannya.
            “Hm…coba deh lo….” Sebelum menyelesaikan kalimatnya, tak sengaja mata Ino melihat Naruto yang sedang berdiri. Dan sama dengan Sakura, tampang Naruto terlihat kusut. “Eh itu tuh ada orangnya. Ngomong gih sekarang,” kemudian Ino mendorong Sakura dengan paksa, menuju Naruto tentunya
            “Aduh Ino!” seru Sakura dengan muka memerah. Dia belum siap untuk berbicara denga Naruto.
            “Ah mau urusannya cepat selesai kan? Mumpung ada orangnya tuh~ dah Sakura, Naruto,” balas Ino dengan tampang tanpa dosa, meninggalkan pasangan itu berdua.
            Hening awalnya, tidak ada pembicaraan. Mereka canggung, tidak tahu ingin mengeluarkan kalimat apa. Sampai akhirnya, sang pemuda lah yang memulai membicaraan.
            “Err…Sa-Sakura. Sakura kenapa marah sama aku?” Tanya Naruto to the point.
            “Kamu gak tau kenapa aku marah?” ketus Sakura sinis. Membuat Naruto takut, takut Sakura makin marah, atau yang lebih buruk lagi.
            “Memangnya aku salah apa? Kamu kasih tahu dong,” melas Naruto. Hatinya sungguh was-wes-wos ingin segera ia berbaikan dengan Sakura.
            “PIKIR SENDIRI!” ketus Sakura dengan nada yang cukup tinggi hingga seluruh anak yang sedang dikoridor menengok mereka berdua.
            “Sakura tunggu!” sayang, Naruto tidak berhasil menghentikan Sakura yang sudah pergi menjauh dari Naruto. “Hinata! Gue butuh Hinata!”
           
_0*0_


            Hinata Hyuga. Seorang gadis manis berambut indigo dan bermata lavender. Pintar dalam semua pelajaran, terutama pelajaran seni musik dan olahraga renang. Sudah pintar, cantik pula, apalagi Hinata berasal dari keluarga yang cukup terpandang. Keluarga Hyuga yang mempunyai perusahaan yang sudah mendunia. Hinata merupakan salah satu primadona di Konoha Junior High School.Hinata yang terlihat anggun dengan rambut indigo yang terurai panjang sampai pinggulnya yang ramping itu juga merupakan sahabat curhat Naruto Uzumaki.
            ‘IX-3’ begitulah isi tulisan papan yang berada diatas pintu berwarna abu-abu itu. Di dalamnya terlihat Hinata yang sedang sibuk mengelap biola, benda kesayangnnya itu. Sedang khusyuk-khusyuknya mengelap biola, muncul-lah benda berwarna kuning yang berbentuk jabrik.
            “Hinata…,” rengek benda –ehem- orang yang mempunyai rambut kuning jabrik itu. Yup! Dialah Naruto Uzumaki.
            “Ada apa Naru-chan?” Tanya Hinata dengan mata yang tetap fokus menatap biolanya yang sewarna dengan matanya.
            “JANGAN PAKE ‘CHAN’!” Naruto semakin merengek. Tampangnya sangat jelek. Itu yang dipikirkan Hinata. (Hana juga *bogem*)
            “Hahahaha…iya iya maaf. Ada apa, lek?” kata Hinata yang sekarang menatap Naruto.
            “Ng…soal Sakura-chan,” kata Naruto memulai curhatnya. Tampangnya langsung berubah menjadi tampang ‘cowok galau’
            “Lanjutkan,” kata Hinata yang siap sedia mendengarkan curahan hati sahabat yang dicintainya itu. Psst…itu rahasia, ya.
            “Begini, tadi gue ketemu Sakura didepan kelasnya, terus gue ajak ngobrol.itu pun gue malu-malu dulu pertamanya…,” begitu panjang lebar Naruto bercurhat ria sampai-sampai tak terasa sudah tahun 3001. Oke se-lebay itu.
            “Jadi gue harus gimana, Hin? Gue gak tau lagi harus kayak gimana,” kata Naruto yang semakin galau.
            “Hm…kalo saran gue sih…coba deh lo bicara sama dia sekali lagi. Bicaranya pelan-pelan, Tanya ‘mau kamu apa dari aku?’ gitu aja. Siapa tau manjur. Siapa tau ya!” usul Hinata yang sudah seperti dokter cinta (?).
            KRIIING….(bel masuk berbunyi)
            “Oke! Gue ngomongnya pas entar istirahat,” tekad Naruto bulat.
            “Sip! Good luck ya!” dukung Hinata yang kemudian memasukan biolanya ke tempatnya. Naruto membalikan tubuhnya kedepan dan menyiapkan buku pelajaran kimia.
            “Selamat pagi anak-anak,” Sapa Anko-sensei.
            “Sensei! Kita gak ke lab?” Tanya seorang murid yang bernama Temari itu.
            “Untuk kali ini tidak, karena lab kimia sedang dalam perbaikan. Sekarang buka buku kalian halaman 64,” perintah Anko-sensei siap mengajar.
            “Huuu….,” dan dibalas dengan sorakan semua murid kelas IX-3. kecuali Hinata yang sibuk melakukan sesuatu. Apakah yang dilakukan Hinata?? APA?? APAKAH?? Apakah Hinata melakukan…melakukan…*beneran dilelepin ke laut*. Oh, ternyata si mata lavender itu sedang menulis di buku diary-nya. Mari kita intip khu khu khu khu…
           
Dear diary,
                       
            Entah sampai kapan aku akting kayak begini mulu. Bersikap biasa-biasa saja saat Naruto curhat tentang pacarnya itu. Aku tahu Naruto pasti sangat tidak menyadarinya, bahwa sakit disini. Aku tak heran, karena aku sudah terbiasa hidup dibalik topeng ini. Tapi hati tidak bias berbohong, aku cemburu Naruto! Aku cemburu! Oh well, pepatah mengatakan cinta tak harus memiliki. Yah mau tak mau, sesak tak sesak aku terima. Asal Naruto bahagia, aku juga akan bahagia J
                                                                                    07-11-2011
            “Psst…Hinata! Lo nulis apaan?”
‘DEG’ Hinata kaget bukan main. Apakah Naruto sempat melihatnya? Membacanya? Arghh Hinata bias sangat malu.
“Gak bukan apa-apa. Mau tau aja lo,” kata Hinata yang mencoba menyembunyikan pipinya yang mulai panas, memerah.
‘CTUK’
“Aw…,” rintih Naruto karena kepalanya terkena lemparan penghapus dari Anko-sensei.
“Tuan Uzumaki! Jangan ngobrol saat pelajaran berlangsung!” bentak Anko-sensei. Semua murid langsung bersembunyi dibawah meja. GEMPA DATANG!!! *dicambukin pake rambut Orochimaru*
“Ma-maaf Anko-sensei,” kata Naruto dengan celananya yang sudah basah. Organ ekskresinya ternyata ikut-ikutan ketakutan akan meledaknya Anko-sensei.
“BHUAHAHAHAHA NARUTO NGOMPOL!!” seru Kiba sehingga seluruh kelas ikut menertawakannya.
‘BRAK’
“DIAM SEMUA!!” bentak Anko-sensei lebih keras dari yang tadi.
KRINGGG….
“YEYYYYY” seru semua murid girang dan langsung berhamburan keluar kelas, meninggalkan Anko-sensei yang tercengang-cengang melihat kejadian yang seperti di film-film. Dramatis! (?)
“Pe…pe-pelajaran selesai,” kata Anko-sensei yang masih sweatdrop dan melangkah keluar kelas dengan menunduk. Ada aura-aura hitam yang mengelilinginya. Seperti di komik-komik! Dramatis! *tampol*
Di halaman depan Konoha JHS….
“Sa….S-Sakura,” panggil Naruto terhadap kekasihnya yang sedaritadi memalingkan mukanya. Yup! Sesuai tekadnya, Naruto mengajak Sakura ke halaman sekolah untuk berbicara serius. Tentu tentang hubungannya dengan Sakura yang seperti diujung tanduk.
“Apa?!” Tanya Sakura sinis. Tatapannya yang tajam dan raut mukanya yang seram menandakan bahwa ia masih marah terhadap Naruto.
“Sakura…aku…tolong jawab pertanyaanku,” kata Naruto gugup.
“Pertanyaan apa?” Tanya Sakura yang tentunya masih marah.
“Kamu mau apa dari aku? Please! Aku bersedia melakukan apa aja asal kita bisa baikan lagi!” mohon Naruto.
“Apa saja?! Yakin?!” Tanya Sakura meyakinkan.
“Iya! Apa saja!” kata Naruto dengan tatapan penuh keyakinan.
“Jauhi Hinata Hyuga!”
‘DEG’ sungguh tak biasa jantung Naruto berdegup kencang seperti ini. Bahkan lebih kencang pada saat dia menembak Sakura secara langsung.
“Ja-jauhi…Hi-hinata??” Tanya Naruto kaget setengah mati.
“Ya! Jauhi dia! Kalau kamu masih mau denganku, kalau tidak yasu…,”
“O-oke! A-aku…aku turuti maumu!” kata Naruto gugup. Mungkinkah dia tidak rela menjauhi Hinata?
Mendengar pernyataan tersebut Sakura mendekati Naruto dan….
‘CUP’
Bibir Sakura mencium pipi kiri Naruto. Terasa hambar, itu yang dirasakan Naruto.
“Oke sayang, aku ke kelas dulu, ya,” kata Sakura yang tiba-tiba berubah drastic. Dari jutek, dan sinis menjadi…..bersikap manis.
“Ya, dadah…,” Naruto melambaikan tangannya. Sekarang dirinya merasa lebih galau dibandingkan dengan yang tadi. Menjauhi Hinata? Ia sungguh tak rela.
Di kelas…..
“Hi-hinata…,” panggil Naruto dengan muka yang ditekuk. Membuat sang gadis primadona itu curiga.
“Lo kenapa, Nar? Sakit?” itulah pertanyaan yang dilontarkan Hinata kepadanya. Sakit? iya, Naruto merasakan sakit. Sakit yang sangat menyesakan di dadanya.
“Gak kok…em, Hin tadi gue udah ngomong sama Sakura,” kata Naruto. Dadanya semakin sesak.
“Terus gimana? Cie udah baikan,” kata Hinata yang menyenggol-nyenggol lengan Naruto iseng. Naruto tersenyum palsu sambil mengangguk.
“Tapi…dia bilang…,” Naruto menggantungkan kalimatnya. Sungguh dia tak tega untuk mengatakan ini.
“Bilang apaan?” Tanya Hinata penasaran.
“Gue harus ngejauhin lo,”
‘DEG’ bagai disambar petir di siang hari.’Gue harus ngejauhin lo’ kalimat itu penyebabnya.
“T-tapi Hin, gue gak…,” ucapan Naruto dipotong oleh Hinata.
“Ya jauhin gue lah, Nar,” kata Hinata tersenyum kecut.
“T-tapi…tapi..gue gak mau jauhin lo! Lo sahabat gue Hin!” ucap Naruto dengan keras. Sampai sebagian murid dikelas itu melirik padanya.
“Lo sayang sama Sakura, kan Naruto? Kalau itu yang Sakura mau dari lo. Ya lakukan! Gue yakin, hubungan lo berdua bakal langgeng sampai nikah hehe,” kata Hinata meyakinkan. Jempol ala Guy-sensei ditunjukkannya kepada Naruto.
Hening…
Naruto tidak berbicara apa-apa. Jempol Hinata dia turunkan. Di genggamnya tangan Hinata itu.
‘Dingin’ pikir Hinata.
“Gue gak bakal apa-apa Nar, gue gak keberatan kok dijauhin lo. Lo tetep akan jadi sahabat gue kok,” kata Hinata menghibur Naruto. Pemuda itu begitu tersentuh dengan apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu. Bibirnya membentuk huruf ‘U’ ya, Naruto tersenyum tulus pada akhirnya. Hinata pun demikian.
“Makasih ya, Hinata-hime,” kata Naruto yang spontan memeluk Hinata. Kali ini dia membuat semua perempuan iri dan semua fans Hinata menatap tajam kepadanya. Tapi, siapa peduli? Yang ia pedulikan adalah rasa nyaman saat memeluk Hinata. Eh nyaman?
“Hime??” Tanya Hinata salah tingkah, mukanya pun sudah semerah tomat.
“Ehm…fans-fans anehmu memanggilmu begitu kan? Hehe aku bercanda kok,” jelas Naruto yang sudah melepas pelukannya.
‘Gak bercanda juga gak apa-apa kok, Nar’ batin Hinata ke geeran.
“Jadi…,” kata Hinata bermaksud melanjutkan masalah yang sangat tak terduga.
“Gue….bakal kangen ngomong sama lo Hinata,” ucap Naruto.
“Ngomong dikit gak apa-apa, kan? Lebay lo ah,” kata Hinata meninju kecil lengan Naruto.
“Ya tetep aja….,”
“Iya, gue ngerti kok Nar. Lo juga harus ngejaga perasaan Sakura. Pacar mana sih yang gak cemburu saat ngelihat pacarnya lebih deket sama cewek lain?” ucapan Hinata ada benarnya juga, tapi Naruto masih tidak rela menjauhi Hinata.
-skip time: waktunya pulang-
“NARUTO SAYANG!! NARUTO SAYANG!!” Sakura teriak-teriak untuk memanggil kekasihnya dari jauh. Yang dipanggil langsung berjalan ke arah gerbang sekolah.
“Hai Sakura-chan, yuk pulang,” ajak Naruto. Sakura membalasnya dengan menggandeng lengan Naruto penuh manja.
Suasana ini terasa asing bagi Naruto. Biasanya ada Hinata yang menemaninya sampai gerbang sekolah untuk menemui Sakura, dan sekarang tidak ada. Acara ‘jauh-menjauhi’ telah dimulainya.

_0*0_

6 bulan telah berlalu, pasangan NaruSaku baik-baik saja. Tidak ada masalah yang mengancam hubungan mereka. Sakura sangat bahagia dengan Naruto. Kalau Naruto sendiri? Perasaan masih tidak rela untuk menjauhi Hinata. Ya, sudah 6 bulan Naruto dan Hinata tidak berbicara, kecuali tentang pelajaran, itu pun kalau ada pembagian kelompok.
            Perasaan Naruto sekarang lebih galau lagi. Dia dengar-dengar sang hime (maksudnya Hinata) sedang dekat dengan anak baru yang bernama Sasuke Uchiha. Andai saja tidak ada masalah ‘menjauhi’ mungkin bocah Uchiha itu tidak mendekati Hinata.
            “Kyaaa lihat-lihat! Itu mereka! Ini gossip apa fakta sih??” teriak seorang murid yang bercepol dua, kalau tidak salah Tenten namanya.
            Naruto mencari-cari objek yang dimaksud Tenten. Dan matanya menemukan Hinata dan Sasuke Uchiha sedang berjalan berdua. Keduanya terlihat sangat serasi. Tak sanggup untuk melihat adegan yang memuakkan baginya itu, segeralah dia menuju halaman sekolah. Sakura yang melihat Naruto pergi dengan muka sebal langsung mengikutinya.
            “SIAL SIAL SIAL! Kenapa sih gue?! Kenapa dada gue gak enak banget waktu ngeliat Hinata sama Uchiha itu?! ARGGHH!” ucap Naruto yang kesal terhadap dirinya sendiri dan membanting tubuhnya sendiri direrumputan.
            “Naruto…kamu kenapa?” tiba-tiba gadis berambut pink muncul diatas kepalanya. Dialah Sakura.
            Naruto tidak merespon pertanyaan Sakura. Dia malah berdiri dan pergi meninggalkan Sakura. Sakura bingung terhadap kelakuan kekasihnya itu hanya diam saja.
            ‘Sekarang gue sadar, gue hanya menganggumi Sakura, dan gue mencintai Hinata, kenapa baru sadar sih?!’ batin Naruto kesal. Dia mengacak-acak rambutnya sendiri. Frustasi oleh cinta.

-THE END-

3.05.2011

hari-hari bersama Cyclone ☺ (4 maret 2011)

oke mungkin waktu kalian (pembaca setia blog gue *plak*) membaca judul ini maka kalian berfikir "Cyclone" adalah nama geng. SALAH BESAR! Cyclone adalah nama kelas gue. kenapa Cyclone? karena kelas gue adalah 9C. dan dari kata C itulah diberi nama Cyclone (dari pada C untuk CIPOK, CIUM, CONGE, CELENG, CANGE....oke yg terakhir maksa bgt). okok udah penjelasan soal apa-itu-cyclone. 
jadi pada tanggal 4 maret 2011, setelah acara maulid nabi di sekolah. DIAH manggil2 gue pas gue keluar dari gerbang sekolah. dan nawarin gue jalan2 sama anak 9C (yang gue kira sekelas). pertama-tamanya mau ke mandala makan makanan masing masing yang belom kemakan pas maulid. tapinya setelah di pikir-pikir kembali.......kita akhirnya ganti tujuan jadi ke rumah ANGGI. dan jadilah gue, ANGGI, DIAH, RESA, JULE (anak 9G), BJ, ACIT, FARAH, RUNNY, RENZO, RAKA, ARDIAN, DALILAH, FAUZIAH, VINNY, DUANTI, LUKCY, ZELFY, RIFAI, FAHLY langsung jalan ke rumah ANGGI. wow! lumayan banyak juga ya hoho. tapinya gue sama BJ pulang dulu, yah ganti baju lah mumpung rumah gue sm BJ deket bgt sama rumah ANGGI. BJ bilang mau bareng gue dan nyamper gue. dan oke....gue nunggu dia sambil baca komik toradora punya FARAH yang gue pinjem. udah selesai gue baca toradora, si BJ gak nyamper-nyamper. ya sudahlah terpaksa gue tinggal deh -_- (sorry cinta ^^v). ehem sebenernya gue gak tau rumah ANGGI, tau gangnya doang, tp pas gue mendekati gang rumah ANGGI, dari jauh gue liat ANGGI sama FAUZIAH keluar, dan ke arah kanan. ya karena gue pinter (plak) gue kuntilin mereka. dan ternyata mereka mau ke ceriamart mau beli cemilan ini itu buat anak2 yang bejibun dirumah ANGGI "Sumpah fir rumah gue udah kayak ada acara arisan! rame buanget!" itulah  komentar si tuan rumah. gue membalasnya dengan cengengesan, saking ga tau mau bales apa -_-". oke selesai berbelanja chiki chiki (dan gue gak beli apa-apa, hoho lagi koret) kita kerumah ANGGI ^o^ . ANGGI milih lewat jalan pintas. FAUZIAH makan chitato yang bungkusnya warna ungu, gue ditawarin dan gue nerima. eh di tengah perjalanan. kita bertiga ketemu anak-anak cowok yang mau sholat jumat (hiks 9C alim-alim TuT). dan yayaya bukan nyombong yak gua. tp katanya RAKA gue cantik *w* HUEHEHEHEHEHEHE padahal gua gak pake susuk loh, serius.
hm yang tadi sungguh amat sangat tidaklah penting. jadi intinya, anak cowok pada sholat jumat dulu dan gue, ANGGI, dan FAUZIAH menuju rumah ANGGI. 
"Samlekum," kata gua memberi salam. sebagai anak yang baik. suasana rumah ANGGI dimata gue udah kayak rumah singgah! rame bener gak boong! si DIAH, LUCKY, RESA, JULE, ACIT (kalo gak salah) lagi main ayam-ayaman. sampe sekarang gue gak ngerti itu mainan kayak gimana. DALILAH lagi nonton. ZELFY sama VINNY di teras. dan DUANTI gue lupa lagi ngapain hehe.
oh ya BJ! apa kabar itu anak?! gak lama sih ANGGI dapat sms atau telepon gitu dari BJ kalo dia udh di puskesmas. sebagai sahabat yang unyu-unyu dan pengertian gue langsung jemput BJ. gak perlu jalan ke puskesmas baru nonggol di teras rumah ANGGI aja BJ yang very-very BIG cause her account twitter name is @BIGBije *promosi biar BJ ekziz* udah keliatan. dia pake baju warna biru laut sama celana warna apa gitu lupa HOHO. gue panggil2 "WOI BJ!! BJJJJJJJJ," akhirnya dia nengok dan menuju rumah ANGGI. BJ disambut hangat oleh anak-anak ^^ so sweet.
gue liat anak-anak pada sibuk sendiri. bahkan gue bingung mau ngapain. hm....kalo hal yang familiar itu cuma satu yang gue tau yaitu NONTON. kemudian dengan persetujuan tuan rumah, gue milih2 film yang ANGGI punya. setelah mikir, gue milih film ECLIPSE yah walau gua udah nonton tapi gue mau nyuci mata liat badan jacob black fufufu~
di setel deh itu pelem. dan setiap ada adegan "cup cup" pasti RESA sama LUCKY yang mukanya mupeng hum dasar. gue sih mupeng pas liat badannya jacob black HAHAHAHA *mimisan* -_-
dan belum juga pelemnya selesai. anak-anak cowok udah pada selesai sholat jumatnya. gak tau kenapa auranya jadi RUSUH. jadinya pada gak fokus ke pelem, jadi sibuk sendiri2 lagi. ada yang makan chiki2, nongkrong di teras, ke kamar ANGGI (woppss mau ngapain?? berbuat?!! O.O gak kok --") yah  gitu deh jadi sempet boring banget. sampe2 BJ ngajak gue pulang, tapi gue gak mau,, punya firasat bakal terjadi hal yang bagus. dan bener aja! ada peristiwa oh-sangat-sinetron di rumah ANGGI. CINTA SEGITIGA!! yeah! sinetron yekannn??
yang terlibat adalah RENZO-VINNY-ARDIAN huwowwww gue envy plus jingkrak-jingkrakkan gak jelas.
udah deh rame lagi! kenapa? ...........SOALNYA RENZO SAMA ARDIAN MAU NEMBAK VINNY SECARA LIVE!!!! :O OMAIGOT!!! sumpah!! gua jadi kepikiran bakal nulis cerita romance lagi! *curhatan fira* -_-" dan jadinya si RENZO dulu yang nembak VINNY tapi....si RENZO malu-malu meong gitu deh~ sampe ditarik tarik FAHLY -_- si VINNY deng-dengan duduk sambil gemeteran gitu. si RENZO langsung deketin VINNY (masih malu-malu kucing) si VINNY dengan gak kalah malunya juga berdiri. senyam-senyum gaje. kita-kita nonton dengan muka mupeng, envy, dan muka-muka menjijikan lainnya. humm tapi si RENZO belom nembak-nembak juga!! gue geregetan! sampe nyontohin cara nembak secara live. korban gue yang beruntung adalah FARAH. gue pegang tangan farah. tatap matanya dalam-dalam dan bilang "Far, gue cinta sama lo, mau ya jadi cewe gue?" OH MEN! gue sama FARAH pasti mirip sama pasangan yuri yang unyu X3 dan juga pasti tampang gue ganteng banget pas itu HOHO. oke balik ke RENZO dan VINNY.
akhirnya si RENZO mulai beraksi, megang tangan VINNY. kita semua jadi makin deg-degan.
"AH! males ah suasananya kayak gini! gue tuh maunya suasananya tenang," kata Renzo sok romantis. (bagi gue). akhirnya kita semua diem. RENZO pun lanjut.
"Ah malu gue diliatin," YAELA ini anak maunya apa sih -_- nembak doang jedor jedor. akhirnya kita semua ngebelakangkin mereka. tapi gue yakin, semuanya tetep curi-curi pandang. siapa sih yang gak mau ngeliat unyu moment kayak gini? jarang bok!
setelah kemalu-maluannya hilang (??) RENZO akhirnya ngomong "Vin," gue hampir cekikikan gak tau kenapa.
"Vin, blablabla..." ehem sorry, suara RENZO gak jelas. apa gue yang budek? au deh. ya intinya RENZO nembak VINNY, VINNY nanya2 gitu, dan akhirnya diterima. kemudian semua anak2 pada nyalamin mereka, gue semangat banget nyalamin mereka, berharap ada salam tempel. hehe. lalu, ARDIAN gimana?? oh...ARDIAN termenung kawan :( gue juga kasian ngeliat ARDIAN. tapi bukan berarti abis itu gue nembak ARDIAN. aduh gue selingkih milih-milih -_-v iye gue punya pacar. hm. abis itu udah deh~ ARDIAN keluar, mungkin nenangin diri. gue juga gak tau. ugh satu pasangan tercipta di Cyclone. hati-hati RUNNY dan REZA~ kalian punya saingan~


yah segitu aja ya ceritanya ^^ soalnya abis itu yg lain pada pulang, kecuali gue, RESA, BJ, ANGGI, DALILAH, FAUZIAH, JULE. kita yah biasalah cewek, curhat -,- HEHE.