Laman

7.11.2013

confused

tengah tahun ini banyak banget yang bikin bingung. pertanyaan-pertanyaan di otak gue makin numpuk. tapi mereka muter-muter aja, ga ketemu jalan keluar.
suka bingung gue hidup tuh tujuannya apa. (ya tentunya selain untuk mati)
masalah hati yang persoalannya dari kapan tau masih berlanjut sampe sekarang. ga ngerti lagi deh mau diapain lagi, maunya apa. bingung.
kebetulan gue anak osis, dan nanti waktu mos tanda pengenal kita pake foto yang tema nya cita-cita. gue aja jadi bingung sendiri cita-cita gue apa. makin ke sini makin banyak mikir ini itu, kenapa bagaimana......

wajar gak sih?

apa salah?

gue kenapa sih?

yang kayak gini tuh gue doang?

apa ada orang lain?

....tuhkan, pertanyaannya makin nambah.

6.03.2013

Bagaimana Cara Menjadi Penulis di Jaman Sekarang

kali ini gue mau memberitahu kalian bagaimana cara menjadi penulis di jaman sekarang. kenapa jaman sekarang? karena banyak yang bilang di jaman sekarang serba mudah, instan. well, mari kita lihat apakah jadi penulis di jaman sekarang juga instan atau tidak.

1. buat akun twitter

ini step yang amat mudah. karena HELLOOOOWWW jaman sekarang situ kaga punya twiderrr? anak SD aje punya twitter dan hobi banget #FollowFriday . mengapa twitter? karena menurut analisa gua, akhir-akhir ini banyak seleb twit yang nerbitin buku. dari buku komedi sampe buku yang menguras air mata.

2. bikin akun twitter yang semenarik mungkin

gue kasih contoh akun twitter impian gue : @JombloYangBelomBisaMoveonDanPasMauMoveonMalahKenaFriendzone

panjang yak? peduli jurig! yang penting menarik, semua remaja Indonesia ngerasain, konfliknya ngetrend, dan semua orang yang nemu akun lo pasti bilang gini "INI GUE BENZETTTTT" dengan komuk yang dipaksain kaga nangis tapi ingus udah meler dan merasa mempunyai pahlawan baru. yeah!

3. cari followers banyak-banyak

dengan nama akun twitter lo yang menarik hati masyarakat twitter, belom cukup kalo belom disertai dengan tweet2an yang bikin mata menerawang jauh ke masa lalu, pundung di deket jendela, dan ngomong sama bulan dan bintang. atau tweet2 motivasi yang mengharu biru anti galau yang bikin galauers termotivasi. atau bisa juga tweet2 lucu yang menghin pengalaman pait lo sendiri. abis itu tentu saja suruh orang nge promote akun kalian. huahahhah.

4. dapetin fans

dengan fans, lo resmi jadi seleb tweet dan dekat juga dengan tujuan lo yang mau nerbitin buku. carilah fans yang suka minta lo folback dengan contoh tweetan:
"folback ya qq :3 #1"
"folback ya qq :3 #2"
"folback ya qq :3 #3"
....dan seterusnya sampe semua orang bisa nyium sikut masing-masing.

jangan lupain sama fans yang suka nget RT tweetan brilian lo dengan "Ini aku banget loh q :')" atau "Deep loh ini :')" atau "Tweet2an qq bagus deh, knp ga bikin buku aja?" NAH!

5. ke toilet

kenapa toilet? mau nyanyi? gak. sesungguhnya toilet merupakan tempat mencari inspirasi yang ampuh. gratis, pribadi, dan...sehat (karena bisa sekalian BAB kalo udah waktunya). silahkan cari inspirasi2 untuk buku lo kelak. biar followers lo nambah, dan yg minta folback dengan annoying makin banyak. silahkan mencoba!

p.s: postingan ini dibuat saat gue lagi ngablu.

5.02.2013

Senyum untuk Sahabat



                “Dia itu mendekati sempurna!” Iya, aku tahu. Kamu sudah berpuluh-puluh kali berkata seperti itu. Dengan mata yang berbinar-binar, tangan yang selalu meremas udara, dan senyum itu. Senyum yang sangat indah. Dan senyum itu tentu bukan buatku.
            Kamu terlihat sangat senang bisa mendapatkan gadis lain setelah belum bisa move on dari gadismu terdahulu. Aku ingat waktu itu, waktu di mana kamu tiba-tiba datang ke rumahku malam-malam saat hujan angin melanda. Waktu yang juga bersamaan dengan kencanmu yang ke 15. Katamu kamu diputuskan oleh gadismu yang bilang hubungan kalian tidak direstui oleh orangtuanya. Itulah salahsatu alasanmu hujan-hujanan dari cafĂ© tempat kencanmu ke rumahku. Dengan muka lesu dan bibir bergetar kau sudah ada di depan pintuku. Dinginnya di luar sana makin bisa kurasakan saat melihat tanganmu dilipat di depan dada. Aku pun menyuruhmu menunggu dan mengambilkanmu handuk serta baju kakakku yang tak terpakai.
            “Aku putus,” katamu dengan tangan memutar-mutar gelas yang berisi teh hangat. Sorot matamu ke bawah dan redup. Kau sangat patah hati dan frustasi. Ada rasa senang dan lega ketika mendengar penuturanmu. Tapi tak tega aku melihatmu dengan keadaan hancur seperti ini. Hanya tepukan beberapa kali di pundakmu dan berkata “Sabar,ya.” ke padamu. Kau lalu menyunggikan senyumanmu yang lucu itu. Dan menepuk kepalaku sebagai pengganti kata “Terima kasih.” Letupan-letupan menyenangkan nan menggelisahkan itu datang lagi.
            “Dia itu beda sama cewe-cewe yang lain! Dia pengertian banget. Lembut, baik, pinter masak lagi. Kemarin aku dibawain bekal loh sama dia! Enaaakkk banget!” katamu dengan menggebu-gebu. Hingga lupa memakan burger yang sudah mendingin itu. Sebagai sahabat, seharusnya aku turut bahagia. Namun maaf, hati tak bisa berbohong. Nyeri di ulu hati ini terbuka dan terus melebar. Senyum palsu ini terus ku lontarkan. Pancaran dari mata ini, kian lama kian meredup.
            Hanya kamu yang aku relakan untuk bisa menyakitiku seperti ini.
==oo==
            Aku siap dengan tumpukan DVD dan makanan ringan dan satu botol soda. Dari siang ini aku akan melakukan movies marathon seperti biasa yang kulakukan saat akhir pekan. Biasanya berdua denganmu. Namun, akhir pekan ini kamu ada kencan dengan gadismu yang pintar masak itu. Otakku selalu berkhayal ketika aku memeluk lenganmu saat kita berdua sedang menonton film bersama. Meledek adegan yang ada, memuji aktor atau aktris yang tampan dan cantik. Kemudian berpura-pura cemburu satu sama lain. Namun, itu hanya sebatas angan. Inilah resiko mengerikan bila bersahabat dengan lawan jenis. Kau akan jatuh ke jurang bernamakan cinta.
            “Drrtt…drrtt…” Handphoneku yang sedang aku atur dalam vibrate mode bergetar bergeser di depan meja. Tanpa mengangkatnya aku melihat layar yang nyala-redup-nyala-redup itu. Satu pesan elektronik dari kamu.
            ‘Dmn?’
            ‘Rmh, movies marathon. Knp?’
            ‘Jam 5 sore siap2, pake baju rapi. Aku mau ajak kamu jalan2’
            ‘Lah? Ga pacaran?’
            ‘Nanti aku ceritain’
            Tanganku bergetar bersamaan dengan mataku yang membulat. Aku tahu ini bukan ajakan kencan, tapi terasa demikian. Kepalaku langsung berpikir hebat tentang apa yang harus aku kenakan, dia memakai baju berwarna apa, harus memakai sepatu jenis apa, harus bawa apa saja. Ah—gila! Sadarlah! Sahabat tercintamu sudah memiliki pacar. Mungkin hari ini mereka tak jadi kencan atau…mereka berdua ingin memberitahumu bahwa mereka akan bertunangan? Perasaan malas untuk pergi muncul. Tentu saja, aku cemburu.
==oo==
            “Lah? Lusuh banget pakaiannya. Pake celana panjangan dikit kek! Mallnya dingin loh! Brrrrrr.” Terserahlah. Aku tak tahan lagi berpura-pura. Sedikit saja bolehkan aku terlihat tidak suka?
            “Semua celana panjang aku dicuci. Lagian kaosnya gak jelek-jelek amat. Lagian banyak juga kan yang bakal pake celana sependek ini di mall?” kataku sengaja judes. Hanya berani melirikmu sekitar 2 detik saja. Malas melihat matamu yang bahagia karena ingin bertunangan. Aku pun mengunci pintu rumah dan berlari menuju pagar rumah dengan sepatu kets abu-abuku yang memang belum sempat aku cuci. “Ayo jalan!”
            Mall yang cukup jauh membuat kami harus naik mobil. Hanya langit senja khas perkotaan saja yang membuatku bisa beralasan untuk tak menatapnya. Duduk bersampingan dengannya dengan suasana hati seperti ini saja membuatku tidak nyaman. Apalagi ditambah dengan lagu “Untitled – Maliq & D’essentials” yang liriknya mewakili perasaanku selama 5 tahun ini. Damn.
            5 tahun lalu. Saat MOS hari ke 3 di SMP. Kita dihukum karena tidak membawa surat cinta untuk kakak-kakak OSIS. Kedua kepanganku dibuka dan kamulah yang harus mengepangnya kembali. Kamu berkata tidak bisa berkali-kali namun tetap saja kakak OSIS itu tidak menarik hukumannya. Kau masih lebih pendek daripadaku, suaramu masih belum berubah..masih cempreng, dan topi kerucut yang kebesaran itu membuatku terkikik geli. Meremehkan laki-laki kecil sepertimu yang ku kira tidak akan bertambah tinggi lagi. Setelah kejadian itu pun saat kita berpapasan, salahsatu di antara kita pasti menghindar. Entah itu kamu atau aku. Lucu memang kita menjadi dekat saat kelas 2. Hanya kamu murid yang waktu kelas 1 sekelas lagi denganku. Kebetulan bangkumu juga kosong. Dengan gelagapan kamu yang sudah lebih tinggi sedikit dariku mempersilahkanku duduk denganmu.
            Kamu termasuk laki-laki berwajah tampan di sekolah. Banyak yang menyukaimu, hingga saat valentine banyak coklat yang diberikan kepadamu. Kamu pun memintaku untuk membantu menghabiskan coklat-coklat ini, dimakan berdua atau dibagikan ke yang lain. Dan di situlah aku tahu. Kamu membenci valentine. Coklat yang segala macam rupa itu akhirnya habis. Entah, memakan coklat yang banyak membuatku menjadi ngantuk sehingga aku ketiduran di dalam kelas. Dan saatku terbangun, aku melihatmu duduk bersender sambil membaca komik di tiang kursi kayu tempatku tertidur. Aku terbelalak hingga membuat kursi itu bergeser dan membuatmu hampir jatuh.
            “Kamu sudah bangun ya?” katamu sambil menatap ke arahku dengan tersenyum. Mataku tak sengaja melihat matamu dengan intens. Yang ku sadari pada akhirnya bahwa letupan letupan kecil di hatiku saat berada di dekatmu itu adalah cinta.
            Kami pun menjadi semakin dekat, tak ada lagi malu-malu akibat hukuman MOS. Barter curhatan dengan curhatan, ke mana-mana selalu berdua. Sikap ramahmu yang membuatku yakin kita akan selalu bersama berdua. Namun, ternyata harapan itu hancur ketika kau mengumumkan bahwa kau berpacaran dengan anak kelas sebelah. Aku pun tersenyum bahagia untuk kebahagiaanmu yang sebenarnya menyakitiku. Sampai saat ini.
            “Kita sampai,” suaramu ditambah dengan mobilmu yang berhenti bergetar. Membuyarkan lamunanku tentang masa lalu kita. Tapi janggal, ini bukan seperti basement di Mall. Ini pinggir jalan yang terdapat warung-warung pecel lele dan sejenisnya berjejeran. Masa mereka mau mengumumkan mereka tunangan di sini?
            “Kok gak ke mall?” tanyaku heran.
            “Lagian pakaian kamu kayak gitu, sih! Hehe canda.” Daripada mendengarkan hirauanmu, aku teringat oleh hal yang lain. Pacarmu—atau boleh aku sebut calon tunanganmu. Di mana dia?
            “Pacarmu mana?” tanyaku dengan sorotan mata menjelajah lingkungan sekitar kita. Tak ada si cantik berambut panjang yang anggun itu.
            “Ayo udah ke dalam dulu!” katamu seraya menarik lenganku reflek aku melihat kepalamu. Kamu sudah lebih tinggi dari waktu SMP. Bahkan aku hanya sebatas pundakmu saja.
            Kita berdua memesan makanan yang sama. Nasi goreng, yang tentu nikmat disantap dengan es teh manis. Aku masih penasaran mengapa malam ini aku hanya berdua denganmu. Padahal seharusnya kamu berkencan dengan gadismu dan aku seperti biasa bermovie marathon sendirian. Ah! Aku mengerti….
            “Putus ya?” ucapku to the point. Sebenarnya aku takut salah, karena kamu terlalu senang ketika putus dengan pacarmu.
            “Yap!” Tak seperti malam yang hujan dulu, kau terlalu senang.
            “Kamu yang mutusin? Kok senang banget?” tanyaku heran. Kamu tak seperti biasanya.
            “Dia kok,” kamu menaikan pundakmu tanda tak acuh, “gitu deh.” Kadang-kadang kamu memang harus dipancing dulu agar memberitahu sesuatu dengan detail.
            “Salah paham ya?” pancingku.
            “Semacam itu. Ternyata dia cemburu sama kita.”
            Tolong…jangan membuat aku merasa bersalah. Tak sedkit gadis-gadis yang kamu kencani memutuskanmu gara-gara aku. Mungkin semua dari mereka, bahkan yang beralasan tak direstui orangtua itu.
            “Kenapa kamu gak jauhin aja aku?” ups! Aku lengah dalam mengendalian emosiku.
            “Mana mungkin! Kamu itu lebih berarti daripada dia! Kamu penting banget buat aku!”
            ….sebagai sahabat, kan?
            Tepat saat sedang klimaksnya, nasi goreng pesanan kami pun datang. Harum dari bumbu nasi goreng yang tadi sedang dimasak tadi berubah menjadi hambar. Aku tak napsu makan. Menggalaui orang sedang berada tepat di depanku. Kamu, sahabatku.
            “Aku mau pulang,” kataku mutlak. Kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang kertas untuk membayar pesananku.
            “Lah? Nasi goreng kamu belum abis, es tehnya juga.” Tatapan heranmu membuatku makin ingin meneriakimu, ingin jujur padamu, ingin melakukan hal yang seharuskan bisa aku lakukan bila tak takut merusak jalinan persahabatan kita.
            “Yang penting aku bayar. Yuk, pulang.” Dengan sedikit menggerutu akhirnya kamu menurut, walaupun mengambil 2 suapan terakhir karena rasa nagih di nasi goreng itu. Aku ingin pulang sebelum setan di hati ini keluar.
==oo==
            Alunan musik yang keluar dari earphone menemaniku untuk menunggu gadis tukang telat sepertimu. Tentu aku sudah biasa meladeni kebiasan burukmu itu selama 5 tahun ini. Entah apa yang kamu lakukan sehingga bisa telat melebihi kebiasaanmu seperti ini. Mengapa juga aku selalu tahan dengan itu semua?
            “Maaf! Lama banget ya nunggunya?” akhirnya kamu datang juga. Terdengar ngos-ngosan seperti habis lari marathon. Namun tak memudarkan kemanisan setiap inci wajahmu.
            “Habis ngapain sih?”
            “….”
            “Kok ga dijawab?” Kadang-kadang aku merasa tidak adil dengan persahabatan kita. Kamu terlalu banyak mendengar dan aku yang terlalu banyak berbicara. Sekali-kali aku ingin dengar celotehanmu, melihat berbagai macam ekspresimu saat bercerita. Tapi kamu malah lebih banyak bersifat tenang, apa kamu bosan dengan cerita-ceritaku?
            Angin berhembus kencang karena kita sedang berjalan di jembatan penyebrangan. Berjalan berdampingan. Sesekali aku melihat ke bawah untuk melihat kendaraan yang berlalu lalang. Entah mengapa itu menyenangkan.
            “Eh!” katamu tiba-tiba. Kita tetap berjalan santai beriringan. “aku jadian loh!”
            Bagaikan bumi, aku merasa ada serangan gempa tektonik yang berpusat di jantungku. Seluruh tubuhku menegang. Hingga kaki pun bergetar enggan untuk melangkah, siap untuk terhempas.
            “Loh? Kenapa berhenti?” Kenapa kamu bertanya? Biasanya kamu yang sangat peka dengan gerak-gerikku. Mengapa wajahmu berseri? Mengapa wajah itu bukan ditujukan bukan karena aku?
            Aku menggeleng. Menarik napas dan menangkan diri. Mencoba bersikap dewasa, kami hanyalah sahabat dan tak mungkin seperti itu. “Jadi kamu tadi lama gara-gara ada yang nembak kamu?” tanyaku dengan ekspresi kesal yang dibuat-buat.
            “Hehe…ya gitu deh.”
            “Kenapa gak pulang sama dia?”
            “Eh…eng…dia ada les.”
            “Oh. Selamat ya!” kataku sambil berlari menyusulnya dan mengacak-acak rambutnya. Tersenyum palsu untuk kebahagiaannya ada kewajiban sahabat. Aku bahagia untuknya, aku menyakiti aku.
            “Aku mencintaimu, sahabatku. Maaf aku tak akan pernah mengatakannya. Silahkan kamu cap aku lelaki pengecut tapi begitulah adanya. Aku takut untuk merusak persahabatan kita, aku tak tega menyakitimu. Semoga kamu berbahagia dengannya.”
            “Jadi itu responmu? Tersenyum bahagia tanpa secuil kecemburuan dari wajah maskulinmu? Ternyata cintaku memang bertepuk sebelah tangan dari dulu. Tak apa bagiku. Pun kau tetap menjadi sahabatku. Ngomong-ngomong, aku berbohong. Aku tak jadian dengan siapa-siapa. Karena aku selalu mencintaimu, sahabatku.”



3.12.2013

kalo kata bang gofar "HuftBanged"

ehem...gue pengen ngomong sesuatu. sesuatu yang serius...seriusssss banget. gue kali ini sungguh sungguh. gue pengen ngomong kalo.......

"KENAPA GAK DI TWITTER DI FACEBOOK SEMUA STATUS DI TL ATAU HOME GUE GALAU SEMUAAAAA"

....iya...serius...

ya kalo masalah pembeda kaga usah diomongin kali ya..tau lah gaya orang nulis status di fb tuh contoh yang galaunya

"k4u Tq t4w bh3Tap4 12apUhx 4q,,,"

nah kalo di twitter beda lagi...beda dikit sih....

"Kebohongan yang kamu buat akan berakibat karma :)"

wowwww super sekaliiii....

terus. kalo lo itu rapuh banget gue harus masak aer sama opie kumis? terus kalo kalo doi lo kena karma lo kaga kena karma?

ihh beteee. gue udah galau overload malah dibuat galau sama status...twit kalian -_- gak ada gitu yang bermanfaat dikit gitu....

yaa gue tau gue pernah juga kayak gitu tapi makin ke sini makin menjadi-______-

gak kuat gue men...ngungsi di dunia maya pojokan mane gue...

S.O.S

Paha

"hidup ga semulus paha snsd"

hm tiba tiba pala gue terngiang sama quote ajaib itu. Agak geli ya mainannya paha...tapi ya emang bener. Dengan kata lain, gak ada yang ideal dalam kehidupan ini. Bener-bener gak semulus paha snsd. Ya bukan hidup namanya kalo tiap hari happy mulu...

gak tau ah. orang gue lagi bosen -_- udah dulu ya~ *ngomong sama siape lu*

2.15.2013

Nippon Day

15 February dan pas pulang sekolah...gue sama sahabat sahabat gue Ines sama Syarah abis pulang sekolah langsung hang out...yaa walau pun gaada yang satu sekolah, tapi kita tetep unyu cimicimi iyuh iyuh~ :3

oiya, gue kenalin dulu mereka berdua ya... :)

Ines dan Syarah, dua sahabat gue dari SD (iya ini ciyus dari SD) emang temen paling awet, berarti udh hampir 11 thn gue temenan sm Syarah, dan 7 thn gue temenan sama Ines (karena pas SD dia anak baru waktu kelas 4). sumpah itu lama abis....gaada yg pernah kayak gini...maksudnya kontak kontakan dan ketemuan kayak gini...

they're really my best friends ever :D

jadi, abis kita pulang sekolah, kita jalan jalan gitu ke tebet...kita janjian di sushi *a. gue jalan ke sana sama Ines, terus Syarah sama.....errr (huft) cowonya :/ katanya Syarah dia pengen jbjb makan berempat sama kita...gue sama Ines udah negative thinking aja bakal jadi nyamuk pas mereka lagi pacaran (itu huftbanget).

gue sama Ines nyampe di sana jam 2 lewatan, abis itu kita langsung pesen makanan gara gara udah laper parah. gak lama, Syarah dateng sama cowoknya....terus seperti biasa kita pura pura ga liat gitu si Syarah sama cowonya udah nyampe di parkiran. pas masuk ke dalem restoran, cuma ada di Syarah doang. "si farid (cowonya doi) maunya kalian yg ke sana" sambil nunjuk-nunjuk ke parkiran. "dih, kok kita?" kata gue bingung. kan yg mau dia-_______- Ines lebih galak (udah biasa) "suruh dia ke sini! cepet cepet" ....seems like a good puppy si Syarah nurut aja (wkwkwk). gue liat si Syarah kyk rada-rada maksa cowonya buat masuk gitu, terus si Syarah berhasil ngebujuk terus si farid langsung masuk dan....(wkwk) beler doi....mungkin ngantuk ato emang udah dari sononye. Syarah dengan salah tingkahnya ngenalin cowonye 'hihihi kenalin ini farid..." biasa lah doi kalo awkward kyk gitu...salting sendiri. ya gitu pada gantian jabatan tangan...

gue kira abis itu farid bakal duduk taunya langsung pergi soalnya katanya mau beli papan skateboard (dlm hati : yeshhh kaga jadi envy) *forever alone bahagia*

 abis selese makan sushi, kita ketempat karokean gitu...

sumpah gue ngerasa kayak pelajar pelajar SMA di Jepang gitu abis sekolah pada karokean...ya mumpung ada promo juga wkwkwk...

room yang small nomer 19...itu tempat kita. lagu yang pertama kita nyanyiin tuh goin' in -nya Jlo. pokoknya niatnya mau anti galau, mau seneng seneng...tapi......

"sesungguhnya ku tak rela...jika kau tetap bersama dirinyaaaa" kerispatih - kejujuran hati

"this is broken can we work it out....i can see in your eyes you ready to break...dont look away" secondhand - broken

"sesungguhnya ku berpura pura relakan kau pilih cinta yang kau mauuuu" tangga - utuh

"salahkah bila dirikuuu terlalu mencintaimuuu jangan tanyakan mengapa karna ku tak tauuuu" pasto - salahkah aku terlalu mencintaimu

"nobody said it was easy oh its such a shame for us to part" coldplay - the scientist

"akhirnya cinta harus memilih satu yang pasti mana mungkin harus jalani cinta begini" tangga - cinta begini

.....fix parah akhirnya galau galau juga....

tapi ada juga sih lagu yang seneng seneng kayak lagu Kiss you, Telephone, Aitakatta, Beauty and the Beat, On the Floor, dll :D

dan kampretnya pas nyanyi lagu nya pasto score nya 100. ketauan deh nyanyi dari hati hahahahhahah sedih bener~

abis puas puasnya nyanyi, ngubah ngubah lirik lagu, komentar komentar drama kayak "ini baitnya gue bangetttt" "kan jadi flashbackkkkk" "ini tuh pas *biip* *biip* *biip*" "*biip* banget ye liriknyeeee"

sumpah lebih garang dari orang mabok berat...maap remaja rentan galau (padahal dikit lagi 17 thn) :/

abis 2 jam itu, kita caw ke tempat okonomiyaki....see? Jepang banget kan? sushi, karoke, okonomiyaki...nyanyi Kimi no Koto ga Suki dakara dapet 100 (?). kurang seifuku imut imut doang nih :3

pokoknya hari ini Nippon banget :3

1.26.2013

Pintu Pembatas

ketika aku akhirnya memiliki tekad untuk mengetuk pintu itu...

yah...walau masih tersisa sedikit rasa ragu dan takut...

ku ketuk dengan kedua mataku yang menutup...

tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah itu...

apa aku akan didamprat keluar dari pekarangan...

...atau dipersilahkan memasuki apa yang ada di dalam pintu itu...disambut dengan hangat...

kamu pun membuka pintu itu...melihat ku dengan wajah tenang...

aku membuka mata...untuk melihat wajahmu yang tenang...yang membuat wajahku tegang...

kamu diam...mungkin menungguku untuk berbicara...

aku panggil namamu...dengan pelan...dadaku berdegup kencang...

mungkin kamu melihat semua itu...

setelah itu, kamu tetap diam...menunggu kelanjutannya kah?

dengan modal nekad walau dada masih berdegup kencang...aku utarakan semuanya...

dari A-Z...walau aku tahu abjad-abjad itu pasti tidak berurutan..

tak punya cukup mental lagi untuk mengurutnya...

kamu tersenyum...senyum yang membuatku bertanya-tanya di kepala...

apa kamu akan bilang "tidak" atau "ya"?

kamu ternyata bilang bahwa kamu tahu semuanya...

malu...sungguh rasanya aku ingin berbalik dan lari...namun ku tak mau menjadi pengecut...

aku pun diam...menunggu kamu untuk melanjutkan...

dan kamu membalasku...

....namun menggantung...

kamu tak menyuruhku untuk melewati pintu itu...

kamu juga tak menyuruhku pergi keluar dari pekarangan...

....tapi kamu pergi dengan membiarkan pintu itu terbuka...

seperti orang bodoh...aku masih terdiam di pintu itu...pintu pembatas yang terbuka lebar...

menunggumu mempersilahkan masuk....

1.22.2013

cewe

cewe itu gampang nahlukinnya...ga perlu pake susun susunan bunga mawar di kolem renang...

 ga perlu pake main gitar nyanyiin satu album...

ga perlu teddy bear gede warna pink...

cuma butuh waktu yang tepat dan melakukan hal hal kecil yang hangat....cewe aja udah klepek klepek dalam hati...

cewe itu detail, lo elus elus kepalanya aja udah blushing dikit (apa lagi gue XD) lo pake jaket pas dia kedinginan aja udah teriak teriakan dalam hati...

yaa mungkin bagi kaum adam lebay kali yaa...tapi itu juga bocoran buat kalian :p

Finally :)

mungkin sebagian readers cowo akan ilfeel atau semacamnya saat membaca ini
mungkin sebagian readers cewe akan memandang gue rendah saat membaca ini

whatever...

akhirnya...setelah gue menimbang nimbang, mengancang ancang...akhirnya gue mengungkapkan perasaan...

kalau kalian "ngeres" pasti merujuknya ke soal asmara...gue kasih nilai A+!

yaps...gue jujur ke cowo yg gue suka...

setelah galau galau takut dijauhin, dipandang ilfeel dan sebagai macamnya...gue ambil resiko untuk sakit hati, dijauhin dan hal hal ga enak lainnya. udah mempersiapkan tumpahan tajem lagi buat hati gue....

setelah gue jujur...rasanya tuh...
lepas...
ringan....
bebas....
gelapnya ilang....

apa lagi waktu dia bilang suka juga sama gue...tapi ga jadian huahahhahahah tolol tapi yaaa gitu deh kocak~

yaa walau pun ga seperti yg gue inginkan sih~

intinya yang penting gue sama dia ga jauhan...gue udah seneng banget....heheee dasar ceweee xD

1.02.2013

New Year 2013

yea yea yea...i know im pretty late,...ah! tidak ada kata terlambat kalo kata orang bijak....

SELAMAT TAHUN BARU SEMUANYA :D

2013....

tahun, baru, hidup baru, mimpi baru, kisah baru, dan hal-hal yang baru :D berarti semuanya masih bau toko (?)

di tahun yang sangat misterius ini (karena gue gatau apa yang bakal terjadi ke depannya) gue cuma bersyukur karena masih dibiarin napas sm Yang Maha Kuasa...masih diberi kenikmatan :)

yak, biar keren dan ga mau kalah sama orang lain...gue mau bikin resolusi...

1. ...

errr persetan sama yang diangka-angkain! kesannya formal amat -_-

di 2013 gue cuma mau...

SUKSES!

dalam artian apa pun. sukses dalam membenahi diri gue, menyenangkan keluarga, temen-temen, benahin hati yang bapuk ini -__-" sedih juga ya....

TINGGI!

demi apa pun ya...ga usah muluk muluk deh! 160 cm aja gue udh bahagiaaaa =____=" bete dikatain "cil" "dek, mamanya mana dek?" "bocah" "cilik" "adik kecil" dan hal hal menyebalkan lainnya...apa lagi dikatain sama yang sok deket...siape lo di hati gua?

....PACAR???

yaaa resolusi mah apa aja boleh kan? :p lagian banyak juga temen yang....

*flashback*

*le me lagi jalan jalan di koridor sekolah pas istirahat*
temen: hai forever alone (ke gue)
gue: ape sih loo! ntar neh 2013 gua punya pacar!
temen: bener ye! awas lo kalo kagak! traktir gue pangsit kantin!
gue: iye! (dalem hati: mampus gue...move on aje susah setengah mati)

*flashback end*

salah ngomong sih intinya.....

lagian bete! -____- sampe gue dijulukin "firaver alone" apa apaan =_= kan motivasi untuk mendapatkan belahan jiwa meningkat huahahaha yaa berdoa aja deh dapet yang itu :p

terus gue mau.....BALIK!

balik dalam artian ke gue yang dulu...gue yang suka berkarya...entah ngegambar, ngelukis, ngarang, bikin kerajinan kerajinan....sumpah gue kangen....

hmm...ULANG TAHUN!

yaaa untuk sekedar info aja tahun ini umur gua jadi 17 tahun =_= *berasa jadi cewek cewek novel* ga usah dirayain di McD (?) juga gapapa (ya kali McD) gue cuma mau banyak yang inget ulang tahun gue....dan...apa kek yang bikin 17 tahun ini special...*ngarep dot com*

terus...STUDY TOUR jadi!

sumpah hari hari bahagia SMA angkatan gua haru jadi! jarang jarang yekan ngumpul angkatan....walopun ke jogja-dieng doang...tapi tetep aja kalo sama temen kan pasti suasananya beda :D

sebenernya inti dari resolusi 2013 gue cuma...."bahagia" intinya itu....dan gue berharap ada yang special di tahun ini...

tertanda, fira yang selalu ngarep sampe batas limitnya abis